Halaman

Jumat, 21 September 2012

ngulik Horog - horog; makanan khas dari jepara

Hai sobat pejalan kaki, sudah berapa kota yang sudah kamu singgahi.... wah luar biasa. aittt tapi jangan lupa di dokumentasikan ya baik secara tulisan, foto maupun vidio. karena file - file itu sangat amat berguna nantinya. aku juga baru belajar mencatat setiap perjalananku loh..... yuk kita intip bereng - bareng.

kali ini aku akau mengulas tentang perjalananku di kota jepara. iya sihhh emang kota sendiri. tapi nggak ada salahnyakan mengulik tempat tinggal kita. tentunya banyak yang belum tahukan secara mendetail tentang seluk beluk kota yang kita diami ini.

sobat, jepara merupakan darerah yang mempunyai dua kerakteristik pegunungan dan pesisir. yap disebelah timur jepara dihapit gunung yang pernah akitv ribuan tahun silam. gunung Muria. dan di sebelah utara terbentang bibir pantai yang amat panjang. bahkan terpanjang sepulau jawa. waw... ngakah ngak sih.... tapi bukan pelajaran geografi yang ingin kita bahas. karena kita memiliki dua kondisi alam yang berbeda maka udara di jepara terkadang nyelene yaitu panas campur dingin. hihihi. namun demikian sumberdaya alam di bumi jepara sangat melimpah. salah satunya pohon penghasil sagu atau yang biasa kita kenal dengan pohon Aren. hampir di setiap sudut perkampungan di pekarangan - pekarangan rumah penduduk ada satu sampai tiga pohon aren yang menjulang. selain bisa dibuat sagu pohon ini juga bisa dimafaatkan bnuahnya sebagai kolak iasa disebut kolang - kaling dan lidinya bisa diginakan sebgai sapu serta ijuknya bisa juga digunakan sebgai atap rumah atau tali tambang tradisional.... wah... pohon yang sera guna banget ya......

dalam memanfaatan pohon aren sebagai salah satu cadangan pangan penganti nasi. warga jepara mempunyai makanan yang yang berbahan baku sagu yakni "HOROG - HOROG". past asing ya di telingah sobat, emang makanan ini hanya diproduksi di kota jepara saja dan hanya orang - orang tertentu yang dapat memasaknya dengan sempurna. dibalik kelezatannya banyak mitos yang menyelimuti Horog - Horog.

Baca selanjutnya

Makanan Horog - horog yang telah populer sejak era gerakan tiga puluh September atau biasa disebut dengan “Gestapu”. Makanan yang pernah tenar pada masa Partai Komunis Indonesia (PKI) itu merupakan salah satu kekayaan kuliner yang dimiliki oleh kota kelahiran R.A Kartini.

Diawali dengan pencucian tepung aren, pengeringan dibantu dengan taburan abu diatas adonan, pengerukan kemudian digoreng tanpa minyak. Selanjutnya, proses berikutnya merupakan pengulangan dari proses yang telah dilakukan sebelumnya. Pengulangan yang dilakukan selama dua kali pengukusan itu agar hasilnya terasa kenyal jika dimakan. Prosesnya sangat lama dan berkali-kali naik turun pengukusan kemudian diproses dan dikukus lagi. Agar hasilnya terasa lebih lezat hanya cukup ditambahkan garam secukupnya.
Uniknya, kemampuan yang dimiliki oleh pembuat horog-horog belum tentu bisa menghasilkan produk yang enak dinikmati. Sebab, lezat atau tidaknya hasil bergantung pada hati yang membuatnya. Keikhlasan hati pembuat horog-horog sangat menentukan kualitas produk sementara jika si pembuat sedang kesal atau marah maka produknya menjadi gagal. Selain itu, pembuat juga harus bersih diri. Pembuat horog-horog hendaknya bersih secara fisik, khususnya tangan. Jika tangan masih menyisakan bau amis dan memaksakan untuk mengolahnya maka hasilnya akan cepat membusuk.

Mitos
Kemampuan yang dimiliki oleh pembuat horog-horog belum tentu bisa menghasilkan produk yang enak dinikmati. Sebab, lezat atau tidaknya hasil bergantung pada hati yang membuat. Keikhlasan hati pembuat horog-horog sangat menentukan kualitas produk sementara jika si pembuat sedang kesal atau marah maka produknya menjadi gagal.

Selain itu, pembuat juga harus bersih diri. Pembuat horog-horog hendaknya bersih secara fisik, khususnya tangan. Jika tangan masih menyisakan bau amis dan memaksakan untuk mengolahnya maka hasilnya akan cepat membusuk.

Kini, makanan yang bentuknya seperti busa steorofom yang kenyal dengan rasanya sedikit asin itu makin lama makin langka. Meski langka tetapi masih mudah untuk mendapatkannya. Jika anda adalah pelaku wisata kuliner mesti mencobanya. Sebab makanan itu di jual di pasar juga di warung.

Dengan mengeluarkan duit Rp.5.000 anda bisa mendapatkannya dengan wadah besar. Untuk ukuran yang kecil cukup dengan Rp.3.000. Adapula yang dibungkus dengan daun jati maupun dengan daun pisang dengan harga Rp.500 hingga Rp.1.000. Horog-horog enak dimakan dengan sambal pedas dicampur dengan kecap maupun saus. Enak juga jika dicampur dengan bakso maupun gado-gado. 


tempat pembuatan
sobat pejalan kaki, jika sobat pengen melihat proses atau bahkan pengen praktek sendiri bagaimana pembuatan horog - horog tersebut. sobat bisa datang ke kota kami jepara. jika dari terminal terboyo semarang sobat cukup naik metromini dan membayar 12rb. sobat lansung nyampe ke kota kami.
hampir di semua daerah di jepara ada centra pembuatan makanan tradisional ini. namun sobat aku rekomendasikan ke kecamatan kedung di sana ada satu perkampungan yang semua penduduknya memproduksi horog - horog.
atau kalu hanya ingin menikmati makanan ini bisa mengunjungi pasar sore karangrandu di kecamatan Pecangaan.

hubungi twitter kami  : @hasanjpr

4 komentar:

  1. aku kalau keluar kota juga sering ditanya horog2 sama orang lain dari luar jepara loh ... hehehehee ... #CEMUNGUT ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe iya.... maaf tulisannya masih acak - acakkan

      Hapus