Laman

Kamis, 27 September 2012

NEVER SAY GOOD BYE



Malam yang buntu.
Semilir angin menggoyangkan pucuk dedaunan dari pohon Akasia di penghujung jalan. Sang rembulan enggan hadir malam ini, begitupun dengan para bintang yang berkelip malu-malu, awan mendung yang berarak membalutkan selimut dingin pada semesta. Gelap, juga hening. Sejalan dengan keheningan sepasang insan yang sedari awal saling berdialog dengan tatapan matanya yang terasa sepi.

Selasa, 25 September 2012

Cukup Mengenalmu

Inilah malam – malam penuh dengan harapan. Setiap hari aku terperangkap di ruang persegi empat dengan tembok 4 meter tingginya. Aku lumpuh. Ya itu yang divoniskan kepadaku sekitar enam bulan lalu. Dan sekarang lihatlah hanya ada sebuah laptop dan tentunya bantal dan guling yang menemani hari – hariku. Malam ini aku akan bermimpi. Bermimpi bertemu dengan malaikat yang memperdagangkan sayapnya*. Aku akan terbang. Selepas kapas.

Minggu, 23 September 2012

jalan Sore di kawasan "PSK"


hai sobat pejalan kali gimana nich..... udah kemana aja..... sebelum sobat - sobat keliling dunia mending sobat kenali dulu kota sobat sendiri. biar nanti di sono kalau ditanya tentang keistimewaan daerah kita, sobat tidak bengong saja. hayoooo siap yang udah ke luar negri tapi tidak tahu daerah - daerah yang asyik buat jalan - jalan di kotanya sendiri.....

oke. nggak usah malu - malu... ni aku jabarin bagaimana asyiknya jalan - jalan di kota sendiri dan tempat itu adalah tempat yang paling khas di daerah setempat. 

aku tinggal di kota paling ujung utara di pulau jawa. jepara. kota kecil nan indah dimana semua sumberdaya alam dan manusia berpadau menjadi sebuah karya seni yang mendunia. ukiran salah satu buktinyata bahwa masyarakat jepara tampil dalam mengoa sumberdaya lokal menjadi produk berkualitas global. bukan hanya itu kota kecilku ini memiliki sejuta senima mulai dari seniman tenun (Troso), seniaman geraba, seniman monel, seniman menganyam rotan dan banyak lagi para kreator - kreator yang telah meramaikan pasar dunia.

di sisi lain jepara masih dengan budaya pesisian pantai utara (pantura) memiliki sifat yang lebih terbuka dan apa adanya sehingga kota jepara menjadi tempat bersinggah yang paling di minati di jawa tengah. keramahan orangnya, teopo seliro antar sesama menjadi daya saing untk menggaet banyak wisatawan. serta jepara juga memiliki pasr - pasar tradisional yang senantiasa menjadi nomer satu di hati masyarakatnya. karena pasar tradisional tidaknya tempat terjadinya tansaksi belaka seperti dipasar - pasar modern. namun lebih dari itu pasar tradisonal merupakan tradisi budaya yang harus di lestarikan karena di sini tempat menjalian persaudaraan menjadi ruang publik yang efektif dan efesien.

Jumat, 21 September 2012

ngulik Horog - horog; makanan khas dari jepara

Hai sobat pejalan kaki, sudah berapa kota yang sudah kamu singgahi.... wah luar biasa. aittt tapi jangan lupa di dokumentasikan ya baik secara tulisan, foto maupun vidio. karena file - file itu sangat amat berguna nantinya. aku juga baru belajar mencatat setiap perjalananku loh..... yuk kita intip bereng - bareng.

kali ini aku akau mengulas tentang perjalananku di kota jepara. iya sihhh emang kota sendiri. tapi nggak ada salahnyakan mengulik tempat tinggal kita. tentunya banyak yang belum tahukan secara mendetail tentang seluk beluk kota yang kita diami ini.

sobat, jepara merupakan darerah yang mempunyai dua kerakteristik pegunungan dan pesisir. yap disebelah timur jepara dihapit gunung yang pernah akitv ribuan tahun silam. gunung Muria. dan di sebelah utara terbentang bibir pantai yang amat panjang. bahkan terpanjang sepulau jawa. waw... ngakah ngak sih.... tapi bukan pelajaran geografi yang ingin kita bahas. karena kita memiliki dua kondisi alam yang berbeda maka udara di jepara terkadang nyelene yaitu panas campur dingin. hihihi. namun demikian sumberdaya alam di bumi jepara sangat melimpah. salah satunya pohon penghasil sagu atau yang biasa kita kenal dengan pohon Aren. hampir di setiap sudut perkampungan di pekarangan - pekarangan rumah penduduk ada satu sampai tiga pohon aren yang menjulang. selain bisa dibuat sagu pohon ini juga bisa dimafaatkan bnuahnya sebagai kolak iasa disebut kolang - kaling dan lidinya bisa diginakan sebgai sapu serta ijuknya bisa juga digunakan sebgai atap rumah atau tali tambang tradisional.... wah... pohon yang sera guna banget ya......

dalam memanfaatan pohon aren sebagai salah satu cadangan pangan penganti nasi. warga jepara mempunyai makanan yang yang berbahan baku sagu yakni "HOROG - HOROG". past asing ya di telingah sobat, emang makanan ini hanya diproduksi di kota jepara saja dan hanya orang - orang tertentu yang dapat memasaknya dengan sempurna. dibalik kelezatannya banyak mitos yang menyelimuti Horog - Horog.

Senin, 17 September 2012

Pendakian dan Persiapannya

Kegiatan pedakian gunung oleh sebagian orang dianggap kegiatan yang membuang-buang banyak waktu dan, tenaga dan biaya. Arang-orang menganggap mengapa harus naik gunung setelah itu turun gunung lagi, bukankah hal itu sesuatu hal yang percuma saja dilakukan. Lebih enak tidur dirumah dengan selimut tebal dan kasur empuk daripada tidur dengan matras dan didalam tenda untuk menghindari diri dari serangan udara dingin dan binatang buas. Lebih enak menghabiskan waktu liburan di taman bermain daripada di hutan belantara yang tidak pasti akan keamanan dan keselamatannya.



Tapi hal itu lain dengan orang-orang yang suka berputualang, kegiatan pendakian gunung dianggap kegiatan yang penuh tantangan dan memacu adrenalin, kegiatan yang cocok sebagai pengisi waktu liburan, menghilangkan rasa stress dan kejenuhan akibat dari rutinitas di kehidupan sehari-hari. Bagi orang yang ingin mendekatkan diri dengan alam, kegiatan ini dianggap sebagai agenda rutin yang harus dilaksanakan walaupun dengan cara mengorbankan banyak waktu, tenaga dan biaya mereka rela melakukannya . terlepas dari itu semuanya , tidak bisa dipungkiri bahwa kegiatan ini dapat mwnumbuhgkan rasa syukur kepada Allah SWT, rasa Syukur untuk memelihara dan melestarikan alam beserta isinya.

Minggu, 16 September 2012

Menjadi Manusia Tertinggi (menggapai puncak impian)

adalah sebuah impian yang telah tertanam dalam diri saya untuk bisa melakukan tapak tilas gunung - gunung yang biasa didaki soe hok gie. maka sejak masuk Mahasisiwa Pecinta alam di kampus Jepara pada tahun 2007 aku langsung membuat coretan kecil daftar gunung yang hendak aku daki. awalnya hanya sebuah impian. aku tak pernah berfikir untuk mewujudkannnya.
keindahan puncak sindoro sumbing dari gunung slamet

tahun 2008 pertama aku menapakkan kaki ku di alam bebas. gunung merapi merupakan gunung pertama petualanganku. bersama kedua seniorku oleh organisai pecinta alam inisnu kami ditugaskan untuk mengikuti tradisi merapi yang dilakukan kawan - kawan pecinta alam kampus di semarang. senggu pengalam pertama yang mengasikkan.

satu tahun kemudian saat semua pelu perkuliahan dan kegiatan sudah membeku. saya bersama empat kawanku memutuskan utuk kembali berpetualang ke alam bebas. rencana awal tujuan kami adalah gunung slamet. sebuah impian besar bisa mendaki gunung yang selalu menjadi bahan pembicaraan para senior - seniorku. namun alam berkehendak lain pihak pengelola menutup jalur pendakian dikarenakan gunung slamet sedang mengeluarkan laharnya. makaurunglah kami ke sana. sebagai penggantinya gunung merbabu.

Sabtu, 15 September 2012

berpetualang ke karimunjawa

halo.......
assalamu'aliakum
salam jalan kaki, 
kali ini saya ingin mengulas tentang pengalamanku kekarimunjawa sebulan yang lalu. sebenarnya saya udah sering ke karimunjawa, sejak tahun 2002 namun pada saat itu pulau yang terletak di sebelah utara kabupaten jepara ini belum di jadikan objek wisata lebih tepatnya belum terkenal seperti sekarang ini.
sejak di gencarkan visit jateng dan salah satu wisata andalannya adalah kepulauan kerimunjawa maka berbondong - bondonglah wisatawan baik domestik maupun wisatawan asing untuk menikmati keprawanan bawa laut karimunjawa. hampir ribuan orang setiap tahunnya berkunjung kepulau ini. hayooooo siapa yang belum pernah ke sana???? habis baca tulisan saya ini segera rencanakan perjalananmu guys.... ok..

dermaga berada 5 km dari pusat kota jepara. tepatnya di pantai kartini
tanggal 20 juli 2012 tiba - tiba seorang teman ngirim inbox ke FBku "hari ini aku meluncur ke jepara" kurang lebih seperti itu isi pesannya. aku berfikir keras akan aku ajak kemana ya.... soalnya mereka ini paling doyan traveling ya meski dia tu pada bokek. (hahahaha) maaf. setelah mikir - mikir, "kenapa nggak aku ajak aja ke karimun, dia pasti belum pernah ke sana." sore itu juga aku persiapin semua perbekalan untuk ke karimunjawa. daypack, baju ganti, camera dan tentunya uang saku.

bersama ketiga temanku, andre, mas jati, hamid aku berangkat jam 2 dini hari menuju dermaga pantai kartini. jangan heran guys.... meski loketnya dibuka jam 7 pagi kalau kamu nggak antri lebih awal bisa - bisa kamu nggak jadi nyebrang ke sana karena kehabisan tiket. ternyata benar sesampainya di dermaga udah banyak banget wisatawan - wisatawan yang nungguin tiket. kerena aku berangkat sendiri artinya nggak paki jasa paket wiasata maka aku harus urus segalanya sendiri. emang ada beberapa wisatawan yang memanfaatkan jasa paket sehingga mereka tak usah repot - repot berbaris di loket penjualan tiket.