Halaman

Minggu, 23 September 2012

jalan Sore di kawasan "PSK"


hai sobat pejalan kali gimana nich..... udah kemana aja..... sebelum sobat - sobat keliling dunia mending sobat kenali dulu kota sobat sendiri. biar nanti di sono kalau ditanya tentang keistimewaan daerah kita, sobat tidak bengong saja. hayoooo siap yang udah ke luar negri tapi tidak tahu daerah - daerah yang asyik buat jalan - jalan di kotanya sendiri.....

oke. nggak usah malu - malu... ni aku jabarin bagaimana asyiknya jalan - jalan di kota sendiri dan tempat itu adalah tempat yang paling khas di daerah setempat. 

aku tinggal di kota paling ujung utara di pulau jawa. jepara. kota kecil nan indah dimana semua sumberdaya alam dan manusia berpadau menjadi sebuah karya seni yang mendunia. ukiran salah satu buktinyata bahwa masyarakat jepara tampil dalam mengoa sumberdaya lokal menjadi produk berkualitas global. bukan hanya itu kota kecilku ini memiliki sejuta senima mulai dari seniman tenun (Troso), seniaman geraba, seniman monel, seniman menganyam rotan dan banyak lagi para kreator - kreator yang telah meramaikan pasar dunia.

di sisi lain jepara masih dengan budaya pesisian pantai utara (pantura) memiliki sifat yang lebih terbuka dan apa adanya sehingga kota jepara menjadi tempat bersinggah yang paling di minati di jawa tengah. keramahan orangnya, teopo seliro antar sesama menjadi daya saing untk menggaet banyak wisatawan. serta jepara juga memiliki pasr - pasar tradisional yang senantiasa menjadi nomer satu di hati masyarakatnya. karena pasar tradisional tidaknya tempat terjadinya tansaksi belaka seperti dipasar - pasar modern. namun lebih dari itu pasar tradisonal merupakan tradisi budaya yang harus di lestarikan karena di sini tempat menjalian persaudaraan menjadi ruang publik yang efektif dan efesien.

Baca selanjutnya

seperti yang saya lakukan sore tadi (21/9), jenuh di rumah maka aku putuskan untuk mengayu sepeda gunungku. tujuannya bukan ke gunung sih tapi pengen puter - puter kota aja. namun di tengah jalan terlintas pikran gila "ngulik ke kawasan PSK asyik nih" kataku dalam hati. jarak yang aku tempu tidak main - main 10 Km. untung jalannya banyak turunan jadi kaki ini masih aman.

pukul setengah lima sesampainya di desa karang randu aku terus menyusuri jalan raya dengan pemandangan matarahari yang seakan menyetu hamparan tanaman padi. ya, memeng karang randu adalah salah satu lumbung padi jepara.

tak lama kemudian sampai juga di kawasan PSK..... wiihhhh ternyata benar. ini kawasan emang cocok buat jalan - jalan sore seperti ini. banyak muda - mudi hilir mudik ada yang membawa sepeda dan juga yang jalan kaki bergerombol. apa lagi yang sedang jomblo bisa sekalian temabr pesona di sini.

PSK: Pasar Sore Karangrandu
Pasar sore Karangrandu saat ini menjadi sentra kuliner di Kabupaten Jepara yang sudah sangat terkenal dan familier di telinga warga Jepara. Sebagai pusat perniagaan mulai dari makanan tradisional seperti gethuk pero, gethuk lindri, tiwul, janganan (pecel), serabi, sampai cendol semua lengkap tersedia di sini. Di samping makanan dan jajanan pasar, di sini juga di jual berbagai kebutuhan rumah tangga mulai dari beras, lauk pauk, ikan, tahu, tempe,sabun,detergen, dan lain sebagai nya.
Pasar sore Karang randu ini bukan secara tiba-tiba menjadi besar dan terkenal di tempat yang sekarang ini, namun sebelum nya pasar sore ini berada di derah yang agak ke utara kurang lebih sekitar satu kilometer dari arah pasar yang sekarang, tepat nya di sekitar tempat tinggal Kiai Abdussalam , (seorang tokoh yang sangat gigih memperjuangkan agama Islam di desa Karang randu), di sekitar rumah beliaulah tadi nya pasar sore Karang randu (lama) di adakan, tidak ada yang tau persis kapan di mulai nya aktifitas jual beli yang menjadi cikal bakal pasar sore ini, (mungkin di butuhkan penelitian dan investigasi untuk melihat sejarah awal pasar ini).

ktifitas pasar sore ini tadi nya hanyalah sebuah aktifitas pasar (kecil) di tanggul kali lok’o (sungai kecil) yang hanya di lakukan oleh beberapa pedagang kecil, dan sangat kecil (kenapa di sebut pedagang sangat kecil, karena dagangan nya hanya di sajikan di atas dunak dan tebok kecil) tidak lebih dari tiga puluh pedagang kecil yang di antara nya ada yang memang hanya berjualan di pasar ini, atau ada juga yang waktu pagi nya berjualan di pasar besar Pecangaan, dan ada juga yang hanya berdagang dadakan kalau memang sedang memiliki dagangan yang bisa di jual di sini.
Lama kelamaan pedagang di sini semakin banyak,seperti ungkapan pepatah: “Ada gula ada semut” yang berarti di mana ada sumber rezeki maka di situlah orang akan banyak ikut mengais nya, tidak ketinggalan beberapa warga di desa Karang randu, bahkan ada beberapa warga di luar Karang randu seperti dari daerah Kedung karang, dan lain-lain yang ikut berjualan ikan segar di sini. Setelah berjalan bertahun-tahun sebuah aktifitas pasar (kecil) dan di rasakan oleh pemerintahan desa Karang randu bahwa pasar sore ini sudah tidak mampu lagi menampung banyak nya pengunjung yang datang di pasar ini maka selanjut nya atas inisiatif yang di prakarsai oleh Lurah (petinggi desa) yang saat itu di pegang oleh Bapak Rifai dan di dukung oleh beberapa tokoh penting di desa ini, di buatlah sebuah pasar sore yang lebih besar seperti yang sekarang bisa kita lihat sekarang ini.

Oleh sebab itu kami sangat mengapresiasi inisiatif dan prakarsa yang di lakukan oleh pemerintah desa Karangrandu dalam memberikan infrastruktur yang memadai untuk sarana mengembangkan usaha kecil dan menengah sebagai mana yang di programkan oleh Pemerintah saat ini, terlebih sudah di buktikan bahwa kalangan ekonomi kecil (UKM) ternyata mampu tetap eksis meskipun di terpa berbagai krisis, bahkan mampu berkembang pesat khusus nya di desa Karangrandu.
Sebagai sarana perekonomian mungkin masih dirasa ada beberapa kekurangan dalam pengelolaan pasar ini, dan hal inilah yang seharus nya menjadi komitmen pemerintah desa Karangrandu untuk selalu berinovasi dan berbenah diri agar pasar ini semakin maju dan mampu meningkatkan taraf ekonomi dan daya beli warga nya, di samping tentu nya kontribusi bagi pemerintah desa dari retribusi yang di pungut dari pedagang di sini.. karena ada hubungan kausalistis antara kesejahteraan warga dan angka kriminalitas. semakin minim tingkat kesejahteraan warga maka akan semakin tinggi tingkat dan grafik angka kriminalitas.Oleh sebab itu meningkatkan kualitas pasar ada kaitan nya dengan segala aspek kehidupan khusus nya tingkat keamanan desa yang akhir-akhir ini di rasa semakin rawan.

gimana penasaran dengan serunya jalan - jalan sore di karangrandu? di pasar ini jajanan yang di jual cukup murah. dijamin tak menguras kantong kita dech.......

SALAM PEJALAN KAKI

6 komentar:

  1. getuk karangrandu, i love it ... heheheheheheee ...

    BalasHapus
  2. ngeri juga jalan2 ke kawasan PSK. apa lg kaalo ditarik2. ckckc

    BalasHapus